Alberto Goncalves Berbagi Tips Tetap Bugar Hingga Usia Senja Pesepak Bola



Halo, Beto. Apa kabar?

Kabar saya baik. Semuanya berjalan lancar.

Semua orang tahu usia Anda tidak muda lagi. Apa rahasianya tetap prima?

Sudah banyak yang tanya soal usia saya itu sejak tiga tahun lalu. Sudah jangan tanya lagi, saya bosan. Apa yang aneh dari striker bisa mencetak gol untuk timnya? Saya tahu usia saya sudah 38 tahun. Tapi, menurut saya biasa saja.

Anda punya banyak tips khusus bisa tetap bugar, meski sudah berusia 38 tahun?

Tentu. Saya punya banyak cara supaya tetap fit. Saya pikir, semua ini saya lakukan bukan baru-baru ini saja. Saya pikir, kebugaran yang saya dapat sekarang ini karena saya menjaga sejak waktu muda dulu, sekitar umur 25 tahun. Sejak itu sampai sekarang, pikiran saya belum berubah.

Kalau ikut teman-teman lain, nanti akan sama seperti mereka. Kalau mau yang terbaik, saya harus punya tambahan. Bukan hanya tambahan latihan saja, termasuk tambahan suplemen, tambahan istirahat. Pokoknya saya menjaga diri. Dulu saya punya pikiran begitu, apalagi sekarang saya sudah berusia 38 tahun.

Selesai latihan saya biasanya latihan finishing sendiri, atau jogging. Saya punya alat olahraga yang saya pakai untuk menempa fisik. Saya juga atur jadwal latihan saya apa saja. Kalau terlu memforsir bisa bahaya, nanti saya mati (tertawa). Jadi, hari-hari tertentu ada porsinya dan saya atur latihan apa saja, termasuk di gym juga.

Saya pikir karena sejak muda itu. Saya berusaha bekerja keras membuat badan saya tetap bugar. Jadi, sekarang saya merasakan dampak positif saat usia sudah 38 tahun. Cara saya ini bisa saja diikuti teman-teman yang lain.

Termasuk menjaga makanan?

Iya, makanan juga. Saya tahu apa yang baik dan tidak buat saya. Soal makanan, kami orang Brasil banyak mengonsumsi protein. Biasanya, setelah pertandingan, saya makan daging yang banyak. Kenapa? Setelah pertandingan, saya kehilangan banyak protein, jadi harus diganti dengan makan daging itu.

Variasi juga, saya makan semua. Daging sapi, ayam, dan ikan. Pokoknya ada waktu yang pas untuk kami semua. Sebelum pertandingan, saya makin daging putih, ayam atau ikan. Itu tidak terlalu berat dan lebih mudah di proses pencernaan.

Saya tidak pernah membatasi makanan apa saja yang bisa saya konsumsi. Semua saya makan. Tapi, saya harus tahu porsinya cukup. Tidak boleh berlebihan, bisa juga merusak tubuh.